Polling Jelang Pelaksanaan Pilkada Serentak, Desember 2020

Polling Jelang Pelaksanaan Pilkada Serentak, Desember 2020

Genderang perhelatan politik Pilkada serentak 2020 ditabuh. Ini setelah gugus tugas penanganan percepatan Covid-19 pusat mengeluarkan rekomendasi bernomor B-196/KA GUGUS/PD.01.02/05/2020 yang ditandatangani oleh Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 sekaligus Kepala BNPB Doni Monardo pada 27 Mei 2020.

Dalam surat tersebut, pada pointnya terakhir, gugus tugas menyarankan KPU untuk melanjutkan pilkada dengan syarat pelaksanaan protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19.

Gugus Tugas Sarankan KPU Lanjutkan Tahapan Pilkada

“Menyadari realita bahwa pandemi Covid-19 ini belum bisa dipastikan waktu berakhirnya, kami memberikan saran dan masukan kepada KPU RI sebagai penyelenggara pemilu yang mandiri. Bahwa lanjutan tahapan pilkada 2020 yang tertunda dimaksud, dapat dilanjutkan sebagaimana amanat Ayat (2) Pasal 201A Perppu Nomor 2 Tahun 2020. Dengan syarat dilaksanakan dengan protokol kesehatan penanganan Covid-19 dalam setiap tahapan lanjutan pilkada 2020,” bunyi point terakhir pada surat tersebut.

Pada point sebelumnya, gugus tugas mengapresiasi keputusan KPU, pemerintah, dan DPR yang menunda pilkada dari bulan September menjadi Desember 2020. POint kedua, gugus tugas menghormati terbitnya peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2020 tentang penundaan pilkada.

Kepastian ini juga didukung setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) menetapkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) Nomor 2 Tahun 2020. Perpu ini tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015. Tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014. Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali kota Menjadi Undang-Undang yang ditandatangani pada 4 Mei 2020.

Anggaran Pilkada Bertambah, Penyebabnya Jumlah TPS Diperbanyak

Menyikapi hal tersebut, redaksi spiritkita menayangkan Polling Jelang Pelaksanaan Pilkada Serentak yang merupakan salah satu metode pengekspresian pendapat umum.

Dalam pelaksanaannya, polling ini tidak menggunakan penelitian ilmiah, seperti diskusi, demonstrasi, atau pengukuaran ekspresi pendapat umum lainnya. Polling ini sendiri telah dimulai pada Sabtu Pagi, 20 Juni 2020.

Metode yang digunakan dalam mengenali pendapat umum dalam polling ini adalah metode survei, yakni suatu metode dimana objek adalah orang atau individu dan menggunakan kuisioner sebagai alat untuk mendapatkan data atau informasi.(red)

Read Previous

TGPP Covid-19 Luwu Terima Dua Warga Peserta Wisata, Rencanakan Rapid Test Massal

Read Next

Aturan Protokol Kesehatan di Tempat Umum, Begini Menurut Menkes

ADS AUTO

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *